Sisa-sisa Senja

sudah cukup luas
kuaruungi lautan, memetik samudera,
memilih pulau di antara pulau,
singgah dan berlalu. asin laut begitu pula
dalam basah dan kering bersatu dalam
lidahku. rasa tak pernha menipu.
alam telah terlebih dahulu bersyair
di dermaga keberangkantan, di tunggul
ikab nesi
tapi halaman begitu kosong.
aku lupa telah membawa
pena tak berdawat. ujungnya tumpul
dalam helaian. aku sudah hampir tutup halaman terakhir.
di sini hanya ada goresan batu yang karang, warna
arang tungku perapian.
kini dermaga
cahaya bewarna merah saga. senja yang mulai menggulung
benag hitam. burungburung meninggalkan jejak
di abu kapal. Jiwa bersiazan masa lalu. Di jendela
pujangga tinggal melepas gagang. dan di halaman,
yang terbaca suara-suara kosong. Jejak, beku. Gerak mengaji
angka kematian.
di pintu aku berjalan bungkuk
menuju kamar tidur.
di waktu ini aku ingin kembali
membaca laut, pulau, samudera
sampai tidurku
Padang,13 Mei 2009







