Pemenang Lomba Cerpen Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang

12 Des

Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padan

Bersama ini kami panitia pelaksana Lomba Cerpen Tingkat Mahasiswa se-Indonesia yang dilaksanakan SMF Fakultas Tarbiyah bekerjasama dengan pihak Fakultas Tarbiyah, memberitahukan kepada peserta tentang pemenang dan nominator lomba cerpen. Pemenang dan nominator lomba cerpen diseleksi oleh dewan juri
1. Ragdy F Daye (Cerpenis nasional asal Sumbar)
2. Deddy Arsya (Penyair dan C…erpenis asal Sumbar)

Karya yang masuk ke meja redaksi sebanyak 71 cerpen, namun yang kami terima 70 cerpen, karena 1 cerpen dikirim lewat dari batas dedline yang telah panitia tetapkan.

Untuk hadiah

Pemenang
Juara I Rp 300.000,- + Tropi + Sertifikat
Juara II Rp 200.000,- + Tropi + Sertifikat
Juara III Rp 100.000,’ + Tropi + Sertifikat

Nominator
Masing-masing nominator berhak mendapatkan sertifikat karya.

No Nama Judul Keterangan

Pemenang
1 Eko Triono Ikan Kaleng Universitas Negeri Yogyakarta
2 Nur Afif Kadir Huruun Universitas Muhammadiyah Malang
3 Cicilia Oday Becu Universitas katolik Manado

Nominator
1 Agus Budiawan Agil Airlangga Surabaya
2 Williya Meta Alternatif Masa Depan IAIN Imam Bonjol Padang
3 Ega Romilia Kursi Rotan IAIN Imam Bonjol Padang
4 Muhammad Arif Ma’af UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
5 Dedi Supendra Negeri Kesuda dan Perempuan yang Ditunggu Universitas Negeri Padang
6 Arif Kamil Nilai-nilai Uang -
7 Dodi Prananda Nostalgia Lapau SMA 1 Padang
8 Nur Afif Kadir Pelajaran Warna Universitas Muhammadiyah Malang
9 Nur Afif Kadir Pintu Keluar Universitas Muhammadiyah Malang
10 Wildan Misbahuddin Sekolah Negeri Awang Negeri Yogyakarta (UNY)
11 Mimi Mutia Sepenggal Kisah Tsunami dan Surat Al-Insan IAIN Imam Bonjol Padang
12 Hilal Ahmad Gerimis Terakhir Desember IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Contak person
M. Irsan Barus (081263042540)
Feki Okriza (085274131271)

Lomba Cerpen Tingkat Mahasiswa dan Pelajar se-Indonesia

8 Nov

Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang

Dedline, 30 November 2010

 

Tahun 2010 ini SMF Fakultas Tarbiyah mengadakan lomba cerpen tingkat Mahasiswa dan Pelajar se-Indonesia, cerpen-cerpen yang digarap berhubungan dengan persoalan pendidikan.Memandang dunia pendidikan dari segi penggarapan karya Fiksi.

1. Peserta Mahasiswa dan Pelajar.
2. Setiap peserta mengirimkan maksimal 3 naskah cerpen.
3. Naskah merupakan karya orisinal, belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan pada lomba lain.
4. Naskah menggunakan bahasa Indonesia.
5. Naskah yang dikirim menjadi hak panitia sepenuhnya.
6. Naskah dikirim dalam bentuk file alamat email :penasumbar@gmail.com.
7. Nama dan biodata dilampirkan terpisah
9. Naskah diterima oleh panitia 30 November 2010
10. Menyertakan scan identitas diri (KTP/SIM/Kartu pelajar/Kartu Mahasiswa).
10. Naskah yang tidak memenuhi persyaratan tidak dapat diikutsertakan lomba .
11. Pemenang lomba akan diumumkan minggu 15 Desember 2010.
12. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Contack Peki (085274131271), M. Irsan Barus (081263042540)
Mengetahui Benni Saprima (ketua Bem Fakultas Tarbiyah)
Alizar Tanjung (Ketua Infokom)

Pudarnya Pesona Malamang

30 Jun

Masih ingat dengan Pesona Cleopatra. Ini pula yang telah menguak hati Habibburrahman el Shirazy untuk membuat novel “Pudarnya Pesona Cleopatra.” Agaknya kita bertanya-tanya seberapa besarkah pengaruh Cleopatra bagi sebuah kencantikan wanita. Cleoptara dikenal sebagai perempuan yang many seks. Alias orang yang dibangga-banggakan dalam hal seks. Hingga ia dianggap sebagai ratu seks. Continue reading 

Poster-Poster Wajah Partai

26 Jun

Menghidupkan Tradisi Malamang yang Suda

Oleh

Alizar Tanjung


dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah

abad yang lewat
dengan rasa kangen pemilihan umum pertama itu

kucatat
peristiwa itu berlangsung tepatnya di tahun lima

puluh lima
ketika itu sebagai bangsa kita baru sepuluh tahun

merdeka

itulah pemilihan umum yang paling indah dalam
sejarah bangsa
pemilihan umum pertama, yang sangat bersih dalam
sejarah kita

……………

(Taufiq Ismail) Continue reading 

Menghidupkan Tradisi Malamang yang Sudah Termarginalkan

26 Jun

Artikel Alizar Tanjung


Kalau orang tanya apa itu malamang maka inilah jawabnya. Jawab saja sedang membakar talang atau buluh tipis. Membakar di atas api dalam satu atau ruas yang panjang. Alasan ini tentu belum lengkap. Belum cukup krusial kata sebahgian orang.

Dalam malamang maka orang disibukkan dengan berbagai aktifitas. Biasanya pada hari baik bulan baik. Seperti menyambut kedatangan bulan Ramadhan, sesudah bulan Ramadhan (Menyambut hari raya idul fitri), pas hari raya haji. Malamang juga bisa dilakasanakan ketika ada cara helatan. Sunggub begitu banyak aktifitras malamang di kampung orang Minang. Continue reading 

Hilangnya Bahasa Arab melayu dari Minangkabau

26 Jun

Artikel Alizar Tanjung

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Imam Bonjol padang. Bergiat di FLP Sumbar dan Warawan magang Suara Kampus . Redaktur Sastra majalah Tasbih.


Mengingat bahasa melayu mengingatkan aku pada kenangan masa silam. Mungkin bukan kejadian yang luar biasa dari yang lainnya. Ini kejadian biasa yang sangat berkesan dalam diriku. Saudara tentu kenal dengan Film “Sengsara Membawa Nikmat” yang disutradarai Agus Wiyono dengan mengorbitkan Sandi Nayoan sebagai Midun, Dessy Ratnasari sebagai Halimah. Film diangkat dari cerita novel “Sengsara Membawa Nikmat” karangan Tulis Sutan Sati. Setelah diorbitkan menjadi film, popularitas novel “Sengsara Membawa Nikmat” meningkat tajam setelah hampir hilang dari peredaran dunia sastra. Hingga menjadi sebuah film yang mendapat apresiasi yang luar biasa dari penikmat sastra dan budaya. Film Simidun, ya begitu aku menamakannya. Continue reading 

Dimensi Kepekaan Sosial Pergaulan Minang

26 Jun

Oleh Alizar Tanjung


saikek bak lidih

sarumpun bak sarai

salubang bak tabu

sakabek bak siriah

sasakik sasanang

sahino samalu

saikek sakabek arek

sakabek sabuhua mati

Orang minang sangat dikenal dengan konsep persaudaraan. Rasa setali darah membuat ia menjadikan diri orang lain bagian bagi dirinya. Rusak diri orang lain maka dirinya yang lebih dahulu dibawa berkecimpung. Bak mandi di sungai, mencebur ke dalam air, maka basah sekujur tubuh. Lenyap kaki, tangan, kepala ke dalam air. Kalau saudaranya mendapat hina atau membuat suatu kesalahan fatal maka muka dia yang terlebih dahulu yang tidak mampu ia perlihatkan kepada orang banyak. Continue reading 

Budi Orang Minangkabau Dalam Adat nan Sebenar Adat

26 Jun

Oleh Alizar Tanjung

nan kuriak iolah kundi, nan merah iolah sago
nan baiak iolah budi, nan indah iolah baso
(yang belang ialah kundi, yang merah ialah saga
Yang baik ialah budi, yang indah ialah basa basi) Continue reading 

Tag:

Kalau Tidak Ada Kayu, Jenjang Dibelah

19 Des

Oleh Alizar Tanjung

kalau tidak ada kayu buat pemasak nasi biar jenjang naik rumah yang dibelah, asal kita sama makan, asal yang sedikit sama dirasai, yang banyak sama pula dibagi. Tidak masalah sesudahnya tidak ada yang dimakan asalkan tidak ada saudara atau tetangga yang dibiarkan kelaparan.

Berbicara tentang adat minangkabau sudah jelas kita tidak bisa dilepaskan dengan pitatah-patitih orang terdahulu. Sebab adat minangkabau adat orang yang berlembaga. Segala sesuatu ada aturannya, baik berkenaan dengan yang baik maupun berkenaan dengan yang buruk. Ke semua itu telah diatur oleh ninik mamak yang telah berunding di Rumah Gadang. Mereka selesaikan dengan olah pikir yang matang, berdasarkan dengan akal budi dan pengalaman hidup yang berbaringan dengan perkembangan zaman. Continue reading 

Fakta Surau dalam Cerpen A.A. Navis “Robohnya Surau Kami”

19 Des

Oleh Alizar Tanjung

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Imam Bonjol padang. Bergiat di FLP Sumbar

Berbicara tentang cerpenis dan penyair ranah minang ini, barangkali sudah tidak asing lagi bagi kita. Terutama dengan karyanya kumpulan cerpen, “Robohnya Surau kami” yang sangat fenomenal di tengah kehidupan negeri ini. Dan alhamdulillah kumpulan cerpen A.A. Navis mengalami penerbitan yang berulang. Kalau bagi saudara yang sempat pergi ke toko buku saya berikan sedikit gambaran. Buku itu bewarna putih muka belakang. Saat saudara baca tulisan “Robohnya Surau Kami”, maka tulisan itu sebenarnya agak bewarna kecoklatan. Kalau saudara membaca mulai dari cerpen pertama, maka yang saudara baca adalah cerpen, “ Robohnya Surau Kami”. Sedikit tambahan lagi buku itu tebalnya tidaklah sampai setebal lebar jempol tangan saudara. Demikian penulis menyampaikan kalau saudara berminat ingin menghayati dan mendalaminya. Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.